Wisata Bangunan Merah di Melaka, Malaysia






Kali ini Melaka jadi tujuan pertama kita –gw dan dua orang kawan gw- saat melancong ke Malaysia untuk yang kesekian kalinya (ceilee gaya). Kalo kunjungan sebelumnya cuma keliling KL dan sekitarnya, kali ini coba main agak jauh sedikit ke negara bagian Malaysia yang lain. As you know, Melaka merupakan salah satu negeri (provinsi) di Malaysia. Jarak tempuh dari Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) ke Melaka ini cukup lumayan jauh, sekitar dua setengah jam-an. Untungnya kita ke sini pagi-pagi sekali, cabut dari bandara pukul 6.15 dan nyampe sana jam sepuluhan. Emang baiknya sih ke tempat ini saat cuaca masih gak terlalu panas. Jadi, momen untuk ngambil gambarnya juga bisa lebih lama.

Kita ke Melaka ke sebuah tempat wisata dengan ciri bangunannya yang sangat ikonik dan udah gak asing lagi, Bangunan Merah. Nama resmi dari tempat ini apa gw gak terlalu tau juga sih. Hasil googling saat bikin itinerary nemunya nama “Bangunan Merah”. Tapi anehnya pas gw tanya sama orang sekitar –mamang tiket bus, driver taksi, dll- mereka malah balik nanya Bangunan Merah itu apa. Lah? Yasudah gak perlu dibahas. Pokoknya kalo kalian mau ke tempat ini dan mereka gak ngerti, describe with your body language. Lol


Rute dari KLIA2 ke Bangunan Merah
  • KLIA2 Melaka Sentral : Naik bus yang tiketnya bisa dibeli di deretan counter tiket di dalam bandara seharga RM 24.30. FYI, tiket baru bisa dibeli pada pukul 5 subuh dan bus pertama start pukul 6.10 pagi. 
  • Melaka Sentral Bangunan Merah : Naik bus nomor 17. Tiket langsung dibeli di dalam bus seharga RM 1.50.

Masih seger bener dong ya gw nyampe ke tempat ini masih kena udara pagi. Spot foto di sini kece banget, sumpah. So instagramable! Langsung aja ngeluarin peralatan perang buat eksis di dunia maya, mulai dari handphone yang pasti, selfie stick, mini tripod, dan DSLR tentunya. Wahaha lengkap sudah. Padahal gw saat itu belum mandi karena pesawat landing jam setengah sebelas malem dan ‘ngegembel’ di bandara itu sampe jam enam pagi langsung cabut ke sini. Warbiyasahh .. baunya! Wkwk Gak lah gak bau, soalnya sebelum sampai sini kita ke toilet dulu buat cuci muka, gosok gigi (malahan dua kawan gw sempetin mandi), dan ganti kostum. Dan gw sempet nyetrika baju dong di dalam toilet. Buseeett niat ... *ini bukan untuk ditiru*

Karena masih pagi, belum banyak orang yang berkunjung, agak leluasa ambil gambarnya.

Yang ini gak ada gw nya, karena gw yang motoin -,-

Di sekitar sini lagi banyak bendera dipasang di pinggir jalan dan tempat umum karena bertepatan dengan menyambut hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada tanggal 31 Agustus. Kita foto di sini tanpa sedikit pun mengurangi rasa nasionalisme terhadap negara kita sendiri. Assikkk.

'Ngalay' dikit gpp kali.
 

Coba mamangnya yang punya blog juga pengen eksis :D

Udah ahh segitu aja foto yang gw unggah di sini, selebihnya ada di Instagram gw. Jangan lupa follow. Hahaha

Abis cabut dari sini, kita mau lanjut ke destinasi berikutnya. Tapi sebelum ke sana, gw kasih tau dulu rute pulangnya. Kita pulang ke hotel yang terletak di Jalan Alor, Bukit Bintang.

Rute dari Bangunan Merah ke Bukit Bintang
  • Bangunan Merah Melaka Sentral : Naik taksi RM 15
  • Melaka Sentral TBS (Terminal Berpadu Selatan) : Naik bus Mayang Sari Ekspres (nama busnya sama kayak nama penyanyi Indonesia yang mantan istrinya siapa tuh gw lupa. Wkwkwk Penting banget apa dibahas. Itu tuh yang masih keluarga Cendana *halahh) seharga RM 12 tiket dibeli di counter di TBS-nya. Lama perjalanan ± dua jam.
  • TBS KL Sentral : Naik KTM. Harga token RM 2.40.

  • KL Sentral St. Bukit Bintang : Naik monorail RM 2.50.     
Oke sekian cerita dari gw, semoga bermanfaat buat yang baca. Jangan lupa follow akun socmed gw yang lain :) 
Terima kasih.


Emoticon Emoticon